SRMI Pokja Prima Nganjuk Studi Kelayakan Usaha Di TPST Kartoharjo (II) Sumadi , Perbulan tiap 1000 Rumah ada 32 Juta tidak bertuan

 




Kalangwan Press Nganjuk-  Peluang usaha Pengelolaan sampah, yakni bisnis mengolah sampah adalah Bisnis  mengelola  sampah sebagai potensi sumberdaya,  sebagai peluang  usaha yang  mendukung kemandirian ekonomi kerakyatan,  dengan usaha pengembangan pengelolaan sampah inipun sekaligus mampu berpartisipasi menjaga kelestarian lingkungan  agar lebih baik.

 Alasan tersebut setidaknya telah mengantar SRMI (Serikat Rayat Mandiri Indonesia),  ormas kelompok kerja dari Partai Rakyat Adil Makmur Nganjuk melakukan study kelayakan usaha di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kartoharjo sebagai Referensi pengelolaan sampah di Kota Angin.

 Menurut Didit,  Ketua SRMI Nganjuk,  kehadiran  Volume sampah yang makin meningkat,  jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi masalah yang cukup besar.Banjir,  jebolnya tanggul Mojoagung Prambon dan Tanjung  beberapa wakt lalu  serta  polusi bau   oleh tumpukan sampah di pintu pintu air sungai Nganjuk, menurutnya adalah sebagai sebab  masyarakat masih menganggap sampah sebagai  limbah yang harus dibuang  disembarang tempat.

Partini, Emak emak penanggung jawab Pengelola TPST Kartoharjo menuturkan tentang tugasnya sebagai tukang sapu jalan di 3 lokasi di kota Nganjuk. Emak emak Pejuang Piagam Adipura sebagai award  untuk kebersihan dan pengelolaan lingkungan Nganjuk mengatakan,  dari  hasil sampah di tiga lokasi yakni Jalan Mayjen Sungkono, Kapten Tendean dan Mayjen Sutoyo ,  sampah hasil pekerjaannya kemudian diangkut ke TPST Kartoharjo. Setelah dipilah,  sampah basah masuk salah satu dari 7 bak pengomposan (komposter)  dan sampah kering  dan untuk  sampah ekonomis ( kering) ada yang dijadi kerajinan atau masuk mesin pencacah plastik.


“ Ditandai ada tumbuhan yang tumbuh, biasanya satu bulan. berarti sampah dikomposter tersebut siap dicacah, selanjutnya ada pekerjaan Penyiraman yakni memberikan lapisan ampas (residu) kompos yang sudah diayak atau disaring” urainya.

Sampai tahapan panen ini komposter ini menurutnya TPST sudah punya 2 produk kompos. Yang pertama  kompos murni / kompos yang belum dicampur ( kemasan 20 kg)  berikutnya adalah  Media tanam, campuran antara antara tanah dan kompos dengan perbandingan 2 kompos : 1tanah (kemasan 18 Kg)

Pada kesempatan bincang bincang dengan Kalangwan Press mengatakan  terkait pemasaran kompos produk TPST Nganjuk saat ini sudah lancar. Diakuinya diawal awal memang harus melakukan penjualan di pasar Berbek dan rumah rumah penduduk tapi sekarang  pembeli sudah datang sendiri.

 “ Kemenangan kompos dari produksi  TPST kartoharjo ini jaminan tidak ada unsur kimia mas, sebagai bukti hasilnya , untuk produk kompos ini diaplikasikan  ke tanaman hias, sayuran yan gbisa dilihat langsung di taman TPSP ini, ini juga jadi tambahan hasil , karena bisa menjual tanaman.“ jelas  Tini, begitu biasa dipanggil.

Sementara Agus Hariadi Kabid Pengelolaan Sampah DLH Nganjuk melalui  Sumadi ST MKL Kepala Seksi,  mengatakan Desa itu kalau mempunyai keinginan desanya bersih, hijau, cantik pasti sampahnya dikelola . kalau tidak ya tak mungkin bisa.Untuk bisa bersih pasti dikelola bisa membuat kompos. Untuk bisa hijau pasti butuh kompos ,  untuk bisa cantik perlu bunga, dan bunga yang segar pasti membutuhkan nutrisi, sedang nutrisi ya alami ya paling tidak ya butuh kompos. Bahkan menurut catatannya ada  Deretan regulasi yang mengatur tentang kewenangan dan prioritas penanganan lingkungan. “ Bahkan Pemerintahan Desa  bersama Masyarakat bisa berpartisipasi membangun tampat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) itu.´’ ungkapnya.

 Adapun Regulasi  tentang Kewenangan pemerintah desa  soal pembangunan TPST menurut Catatannya mengacu pada Undang undang no 18 tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah, yang kemudian dijabarkan oleh Peraturan Pemerintah oleh PP no: 81 Tahun 2012 yang dijabarkan lagi oleh Perpres no 97 tahun 2017.  Kemudian sama pemerintah Daerah dijabarkan menjadi Perda no 01 tahun 2015, yang kemudian dijabarkan lagi dengan Perbup   no 59 Tahun 2018.“ Jadi secara regulasi Pelaksanaan Pembangunan  TPST oleh pemerintah Desa sudah kuat dan tidak melanggar hukum itu dari sisi pemerintahan” ungkap Dia.

 Demikian pula lanjutnya, dari sisi Undang  Anggaran Desa pun sudah diatur  oleh  UU NO 06  Tahun 2014 Pasal 26 ayat 4 huruf O yang menerangkan  salah satu kewenangan / kewajiban Kepala desa  untuk mngembangkan potensi sumberdaya alam dan melestarikan lingkungan hidup, Tegasnya.

 Pun Dia Menguraikan, pada pasal 74 ayat (2) Kebutuhan  pembangunan sebaimana dimaksud pada ayat (1)meliputi, tetapi tidak terbatas pada kebutuhan primer, pelayanan dasar, lingkungan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa.

 

Pada kesempatan yang sama  Kasi  dari kelurahan warujayeng menerangkan bahwa dari undang Undang 06 tahun 2014 ini juga dijabarkan dengan PP 43 Tahun 2014 pasal 34 ayat (2) yang berbunyi  kewenangan lokal berskala Desa :Pengelolaan pemukiman masyarakat desa: pembinaan dan pengelolaan pos pelayanan terpadu. Regulasi tersebut menurut Sumadi menjadi dasar Anggaran Dana Desa.

Diakhir pertemuan dengan SRMI,  Kasi Pengelolaan Sampah LH Nganjuk juga mengatakan bahwa  dalam waktu satu bulan, Di tiap 1000 Rumah penduduk ada  peluang 32 Juta tidak bertuan. Peluang uang tersebut menurut hitungannya  berasal dari  hasil sampah or ganik  yang menghasilkan kompos senilai : 9 juta, kemudian, dari pendapatan sampah Ekonomis sebesar 10 Juta, sedang dari jasa angkut  dari rumah ke TPS per Rumah @Rp. 15.000,- jadi 1000 x15.000 = 15Juta. Tapi hal tersebuit harus munculperdes , bahwa setiap rumah harus menjadi anggota  TPST, ujarnya.

“ Kalau dari 1000 rumah penduduk  itu bisa memperkerjakan 12 orang meliputi: Jasa Pengangkutan sampah  dari  rumah penduduk ke TPST setempat 5  orang, terdiri dari tenaga koordinator dan operator.Kemudian 4 orang tenaga pemilah dan pengolah. 3 orang lainnya menjadi tenaga managemen. Katakanlah dari 200 saja dari jumlah 284 desa di kabupaten Nganjuk berapa ribu tenaga kerja bisa terserap di TPST kabupaten Nganjuk. Pungkasnya penuh harapan. (sur)

 

 

 

 

 

Redaktur Kalangwanpress

Memberitakan dan Menginformasikan sesuai Data dan Fakta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama