Pekerja Seni Butuh Panggung




Kalangwan Press , Ngawi - Ekonomi kreatif khususnya pekerja seni yang mengandalkan pertunjukan dari panggung ke panggung sangat terasa oleh dampak pandemi Covid-19.


Budi Winada salah satu tokoh muda seni budaya di Ngawi Jawa timur mengungkapkan 


"Pekerja seni sempat frustasi dengan keadaan ini, kita mau makan apa sedangkan keahlian kami hanya mengandalkan dari panggung ke panggung sementara kegiatan yang melibatkan kerumunan dilarang oleh pemerintah"


Sejak presiden mengeluarkan Keppres (kemudian menjadi UU) tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) akhir Maret 2020, Ratusan orkes (grub band), ribuan penyanyi dan awak pengiring serta crew pendukungnya berhenti total dari aktivitas panggung hiburan.


"Kami berharap kegiatan berkesenian mendapat kelonggaran dari pemerintah agar pekerja seni dapat menghidupi keluarganya" ujar Budi pimpinan orkes dangdut dan campursari Sabilla serta aktifis Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat Kabupaten Ngawi saat di temui di rumahnya di desa Karang Banyu Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi Jawa Timur.


Selama hampir dua tahun tanpa pemasukan mereka hanya mengandalkan tabungan yang tidak seberapa dan yang paling parah ada yang sampai menjual alat alat musik mereka untuk menyambung hidup.


Seniman kerakyatan butuh ruang berkarya dan berproduksi secara masal, apalagi seniman panggung yang membutuhkan kerumunan massa demi nenjaga dapur mereka tetap ngebul.


Unsar/ sur

Redaktur Kalangwanpress

Memberitakan dan Menginformasikan sesuai Data dan Fakta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama