Geliat Seniman Di Era Pandemi Dan Digital

 



*) Tri Okta Sulfa Kimiawan  SI Kom MM,   Ketua Harian PP (Pengurus Pusat) JAKER (Jaringan Pekerja Seni Budaya. Saat wawancara di base camp JAKER di Jl Tuntang kota Madiun

 Kalangwan Press, Madiun-  Adanya pembatasan pembatasan di masa pandemi covid 19  telah pula menghantam sendi sendi kehidupan  para pekerja  seni yang harus mengalami kontraksi dari sisi kreatifitas maupun  ekonomi.

"Pandemi berdampak langsung terhadap kehidupan pekerja seni terutama para pekerja seni hiburan yang  harus kehilangan panggung dan  kehilangan mata pencaharian utama selama ini"

Demikian Tri Okta Sulfa Kimiawan  SI Kom MM,   Ketua Harian PP (Pengurus Pusat) JAKER (Jaringan Pekerja Seni Budaya) yang berkutat  dibidang seni daya cipta dan kreatifitas di tanah air menanggapi kondisi ini.

Menurut Dosen Universitas Kenamaan Jakarta ini , Salah satu upaya yang di lakukan seniman JAKER agar bisa bertahan di masa masa sulit adalah kembali ke nilai luhur gotong royong.

Perasaan senasib, serasa, sepenanggungan mendorong seniman JAKER untuk saling membantu dan bahu membahu agar tetap bisa bertahan hidup.

“ Kemudian Berdikari dan tidak terlalu berharap banyak kepada bantuan Pemerintah adalah sikap seniman JAKER" tutur pria asal Madiun yang terpilih menjadi ketua harian pada konggres ke II Jaker di Jakarta tahun lalu

Saat diminta menjelaskan tentang agenda paska pandemi, dia menuturkan akan tetap konsisten  dengan Agenda utama Jaker yakni  membentuk jaringan kebudayaan terkecil pada sanggar seni di basis buruh dan petani di kampung-kampung yang belum terjamah oleh dewan-dewan kebudayaan yang menjadi elitis di kota besar sehingga tak menjamah kebutuhan kekaryaan pekerja seni lapisan bawah.

Pada kesempatan yang sama Dosen program Studi Ilmu Komunikasi di UBK menuturkan untuk Sementara di masa  Pandemi agenda JAKER Ia katakan  sangat dibatasi oleh aturan Pemerintah yang melarang kegiatan kerumunan. “ Namun tetap berkarya, berkesenian seperti latihan teater di sanggar sanggar, mural, melakukan pelatihan ecoprint, musikalisasi puisi,  dan nonton bareng film Nyanyian Akar Rumput dengan protokol kesehatan” ungkapnya.

Diakhir bincang bincang dengan Suksesi Nasional Triokta menegaskan bahwa revolusi digital mau tidak mau akan masuk di sektor seni budaya. Menanggapi hal terasebut JAKER mendorong kaum millenial sebagai generasi pelanjut mempelopori gerakan kebudayaan dan kesenian rakyat berbasis digital sejalan dengan perkembangan kekinian. “ Dengan tetap mengikuti  kebudayaan rakyat berbasis digital  sektor seni tradisi akan bisa tetap bertahan hidup”Pungkasnya. (sur/Unsar)
Redaktur Kalangwanpress

Memberitakan dan Menginformasikan sesuai Data dan Fakta

1 Komentar

Lebih baru Lebih lama