TPST Referensi Permasalahan Sampah hingga Potensi meningkatkan nilai ekonomi



*) Sumadi, Kasi Pengelolaan Sampah  L H Nganjuk Saat Melayani  Edi ( Mantan Kapolsek Warujayeng) Pelanggan Pupuk Kompos saat  yang datang DI  Taman TPST


Kalangwan Press Nganjuk- Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kartoharjo sudah selayaknya menjadi solusi rujukan permasalahan sampah di kabupaten Nganjuk.

Betapa tidak, Sebagai tempat  pengolahan sampah organik atau sampah plastik , TPST Kartoharjo tidak saja telah turut menjaga kelestarian lingkungan dari pencemaran sampah akan tetapi  telah berhasil mengolah  Sumberdaya sampah menjadi sebuah potensi usaha.

” Kami kembali kesini ambil pupuk kompos produk TPST ini , karena cocok untuk tanaman kacang dan terong dikebun saya, saya pernah ambil pupuk kompos produk luar kota gak cocok  pak” ujar Edi mantan Kapolsek warujayeng saat berpapasan dengan Kalangwan.

Sumadi , kepala Seksi Pengelolaan sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk saat bincang bincang dengan jurnalis Media ini mengatakan sebagai tempat kegiatan pengumpulan , pemilahan , pendauran  ulang TPST Kartoharjo memang telah berhasil mengelola sumberdaya sampah menjadi menjadi potensi usaha dengan tujuan akhir mampu mningkatkan nilai ekonomi sampah.



Keberhasilan riil TPST Kartoharjo dalam  mengolah sampah plastik menjadi  biji plastik serta mengolah sampah organik  menjadi kompos menurutnya adalah   suatu bukti  sumberdaya sampah  bisa menjadi potensi usaha  yang bisa bernilai ekonomis.

“ jadi TPST di Kelurahan Kartoharjo ini bisa menjadi referensi atau rujukan permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Nganjuk , kalau ada prmasalahan sampah , permasalahannya apa silahkan datang ke TPST kartoharjo sebab  statusnya memang member contoh bagaimana Desa / kelurahan di Kota Nganjuk dalam mengelola sampah.

Lebih lanjut  Sumadi menyebut bahwa   sebagai akibat sampah yang tidak dikelola dengan bagus atas kejadian banjir yang beberapa waktu lalu  menggenangi kota Nganjuk. Menurutnya kejadian banjir ini sebagai akibat sampah dianggap sebagai limbah sehingga sampah dibuang di sungai , akhirnya sampah menumpuk di DAM  Tanjung. Karena debit air yang masuk dengan debit air yang keluar tidak seimbang dampaknya terjadi genangan itu.“ seumur umur saya hidup di kota Nganjuk ya baru sekali ini mengalami kejadian banjir di kota Nganjuk ini” ujarnya menyayangkan.

Pada kesempatan yang sama kasi yang sudah mengabdikan diri selama 7 tahun di bidang pengelolaan sampah ini menuturkan sebuah  harapan bahwa TPST Kartoharjo  sebagai iconnya Kota Angin untuk meraih  sebuah prestasi . tapi menurutnya harapan dan prestasinya Kabupaten Nganjuk kan harus didukung terus oleh seluruh elemen baik oleh pihak legislatif dan eksekutif . Dengan demikian untuk pembangunan otomatis penganggaran untuk pembangunan sarana sarana persampahan ini sangat menjadi penting.

“memang sampah anggarannya besar tetapi baliknya kecil ( untungnya tak imbang ..red) bukan berarti itu….tapi kalau sampai sampah tidak dikelola dengan baik , dampak yang terjadi kemarin akan mencatat kerugian yang sangat luar biasa “ pungkasnya.



Diakhir bincang bincang dengan Kalangwan Press  kasi yang berdomisili di wilayah Tanjunganom  menegaskan kalau sampah bisa dikelola dengan dan menjadi potensi usaha bisa memiliki nilai ekonomis lebih tinggi Ia meminta semua pihak untuk mendukung dengan nilai kepantasan”. Ya harapan kami desa desa atau kelurahan di Kecamatan Nganjuk ada TPST” pungkasnya. (Suradi cp: 082 338 949 992) 

Redaktur Kalangwanpress

Memberitakan dan Menginformasikan sesuai Data dan Fakta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama