Penyaluran BLT Dan Sosialisasi Aturan Cukai Untuk Petani Tembakau Madiun

 




Suksesi Nasional, Madiun-Pemerintah Kabupaten  Madiun Menggelar Dua Kegiatan  terkait Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT). Pertama melalui Bagian Perekonomian dan Sumber daya Alam (SDA), melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai DBHCT 2021, sebelum kemudian dilanjutkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang peraturan Perundangan- Undangan bidang Cukai DBHCTdi Pendopo Ronggo Jumeno Pusat Pemerintahan (Puspem) Caruban, Senin 08/11/2021



Tercatat ada  579 orang yang terdiri dari 144 buruh tani tembakau dan 435 buruh pabrik rokok PT DMA (Digjaya Mulia Abadi) Kabupaten Madiun , menerima  BLT (Bantuan Langsung Tunai) DBHCHT 2021. Adapun nilai Per orang mendapat bantuan sebesar Rp. 1.200.000,- dengan rincian Rp. 300.000,- per bulan dikalikan  selama 4 X (bulan)

 

Puji Rahmawati S Sos  M Si,  Plt  Kepala Bagian  Perekonomian dan SDA kabupaten Madiun dalam laporan kepanitiaan menyampaikan  Penyaluran BLT DBHCHT kepada buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok ini dimaksudkan sebagai  salah satu Program Pembinaan Lingkungan Sosial dalam rangka pemulihan perekonomian di daerah.

 “ Sedang Tujuan kegiatan  untuk mendukung bidang Kesejahteraan Masyarakat hasil cukai tembakau. Utamanya untuk memberikan rasa keadilan dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya yang bekerja sebagai buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di wilayah Kabupaten Madiun sesuai dengan aturannya” paparnya.

 Adapun Penyerahan bantuan secara simbolis  dilakukan oleh Bupati Madiun H. Ahmad Dawami, Wakil Bupati H. Hari Wuryanto dilanjutkan oleh sejumlah pejabat kepada 20 perwakilan penerima BLT disaksikan Biro Perekonomian dan SDA Prov. Jatim, beberapa pimpinan OPD, Camat dan Perwakilan PT DMA.

Bupati dalam arahannya berharap bantuan ini benar-benar bisa meringankan beban hidup yang hari ini secara ekonomi masih kena dampak pandemi. “Kepada penerima, tolong digunakan sesuai peruntukanya.

 Pada kesempatan yang sama kaji embing, sapaan bupati mengaku pernah membaca sejarah bahwa Belanda masuk ke Madiun pada 1830 an, langkah ekonomi pada saat itu yang pertama membuat sentra tanaman tembakau di Pilangkenceng, sentra kopi di Kare. Merujuk dari situ, makanya saat ini di Pilangkenceng 1 desa ada 8 Ha tanaman tembakau, ini cukup besar, tuturnya.

 “Saya berharap ketika ada intervensi DBHCHT ini sesuai keperuntukannya akan semakin maksimal, baik dari sisi petani, buruh tani maupun karyawan pabrik sehingga ada multi player efeck yang besar di Kabupaten Madiun,” ungkap Bupati seraya terus mengingatkan kepada semua agar tetap patuhi prokes, pakai masker dan vaksinasi. Kalau abai, tidak saja merusak kesehatan, tapi juga merusak ekonomi dan bisa merusak generasi.

Sementara di lokasi kegiatan yang sama,  upaya peningkatan pemahaman  masyarakat soal Aturan cukai, Pemkab  melalui  Bagian Hukum Setda Kabupaten Madiun bersama Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai menggelar Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Cukai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau .

 Kegiatan sesi ke dua ini diikuti 30 peserta dari Kelompok Tani (Poktan) Sumber Rejeki dan Kelompok Tani Margo Rukun dari Desa Ngale, serta Kelompok Tani Suling Mas dari Desa Kaliabu, Kec. Mejayan, Kabupaten Madiun.

Sosialisasi sehari ini dibuka oleh Wakil Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto dengan menghadirkan narasumber dari Biro Perekonomian dan Biro Hukum Setda Provinsi Jatim, Perwakilan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Madiun


.Dalam Sambutan Bupati yang  disampaikan Wakil Bupati menyatakan sangat mengapresiasi sosialisasi ini demi mendukung penegakan hukum di Kab. Madiun. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bagaimana sesungguhnya peraturan perundang-undangan yang ada dan cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, pada kesempatan ini Pemkab. Madiun menghadirkan perwakilan kelompok tani tembakau guna mempercepat penyebaran informasi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai kepada masyarakat.

Ditemui wartawan usai membuka giat sosialisasi, Wakil bupati mengharapkan pada seluruh petani tembakau , untuk membantu pemerintah turut mengedukasi masyarakat tidak membeli rokok illegal.


“Anggaran DBHCT ini sangat membantu meringankan beban masyarakt dalam menghadapi pandemi. Ini Cuma meringankan beban, jadi tidak terus menerus. Mudah- mudahan dengan bantuan ini mereka tetap bisa eksis dan tetap bisa bekerja” pungkasnya. (sur/adv)

Redaktur Kalangwanpress

Memberitakan dan Menginformasikan sesuai Data dan Fakta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama