Puluhan Warga Desa Bagi kembali ikuti vaksinasi, S. Aprianto: Harap berterus terang bila punya riwayat penyakit bawaan



 

Sekretaris  Desa Bagi (batik hijau bermasker) saat memantau pelaksanaan  Vaksinasi  di Balai desa Bagi kamis 5 Agustus (sur)

Suksesi Nasional Madiun- Dalam upaya menanggulangi penyebaran covid 19 yang belum mereda, Pemerintah desa Bagi kecamatan Madiun kembali menggelar vaksinasi  ‘sinovac’ tahap  kedua   menyusul vaksinasi   sinovac tahap pertama sebulan sebelumnya. 

Kamis 5 (Agustus) Kepala desa Bagi, Mulyanto melalui Sidik Aprianto SPd I, sekretaris desa  mengatakan bahwa Pelaksanaan vaksinasi di Desa Bagi  telah diawali  pada bulan Mei yakni Vaksinasi  jenis  Astra Zeneca’  yang diikuti 370 orang. Menurut catatannya masih ada antrean menyusul sekitar 200 orang  yag belum  mendapat vaksin  menunggu komnfirmasi  Dinas Kesehatankabupaten Madiun  dalam hal ini tenaga Kesehatan  Pukesmas Madiun.

 
Adapun peserta vaksinasi kali ini menurutnya  sama persis jumlahnya dengan tahap pertama yakni 80 orang, Alhamdullilah selama pelaksanaan 2 kali vaksinasi ini tidak ada keluhan masyarakat paska mendapat suntikan vaksin. Hal penting yang perlu diperhatikan masyarakat sebaiknya berterus terang dan jujur saat pendaftaran screening status kesehatan , apabila mempunyai riwayat penyakit bawaan (komorbid) agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan,  tuturnya.

Sekdes Sidik menyebut, ada  harapan khusus  pemerintah desa Bagi dengan adanya pelaksanaan vaksinasi ini, Dengan  semakin banyak warga Bagi mendapat vaksin makin banyak warga desa Bagi yang terlindungi. harap sekretaris desa domisili Sanggar  Depot Seni Kirun CS .

Saat bincang bincang dengan Suksesi Nasional, Alumnus  UII Madiun  juga mengingatkan bahwa meski sudah mendapat vaksin untuk pencegahan covid 19, masyarakat diharuskan  tetap menerapkan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus tetap dilaksanakan. Tidak bisa dipungkiri meskipun sudah di vaksin  belum  jaminan , dan masih  bisa tetap tertular virus membahayakan tersebut ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Alumni  STAIM Madiun    mengungkapkan  hikmah dan suka duka  menjalani  Isoman ( isolasi Mandiri) karena dinyatakan positif dari hasil antigen. Sekdes menyebut  selama menjalani isolai yang ditandai  dengan suhu badan yang tinggi, kemudian merasakan nyeri tulang selama 3 hari serta batuk dan pilek juga merasakan hilang indera perasa dana selebihnya adalah pemulihan stamina

Hikmah dari menjalani isoman tersebut menurut  Sidik Aprianto ialah lebihmendekatkan diri pada Alloh SWT. “ lebih dari itu  kita sekarang lebih berhati hati saatinteraksi dan bersosialisasi dengan siapa saja termasuk dengan orang orang atau kelompok kelompok orang beresiko yang sering kesana kemari” ujarnya . Sur/adv

 

Redaktur Kalangwanpress

Memberitakan dan Menginformasikan sesuai Data dan Fakta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama